Senin, 11 Juni 2018

REWRITE BERITA

1. REWRITE DARI KORAN RADAR DEPOK, "TUMBANG DISABET PISAU BERACUN"

Pascatragedi berdarah rusuh napi teroris di Rusun Cabang Salemba Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Kota Depok yang menyebabkan lima polisi gugur, Selasa (8/5), kabar duka kembali menyelimuti kepolisian Indonesia. Anggota Satuan Intel Korps Brimob Bripka Marhum Prencje juga gugur ditusuk orang mencurigakan saat bertugas, kemarin (11/5) sekitar pukul 02.29 WIB.
      Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pelaku penusukan diketahui berinisial TS, Sekitar pukul 23.39 WIB, Bripka MArhum Prencje sedang melakukan pengamanan di sekitar Mako Brimob. Ia melihat orang mencurigakan sedang mengamati penjagaan Korps Brimob Polri Selama kurang lebih dua jam. 
      Kemudian, Bripka Marhum meminta dua rekannya yaitu Briptu Rahmat Muin dan Briptu Gustri Uce guna meminta keterangan terhadap orang mencurigakan tersebut, selanjutnya dibawa kesalah satu kantor di Kor Brimob untuk dimintai keterangan. "Ketika ditanya mengaku bernama Tendi Sumarno, dibawa ke salahs atu ruangan Korps Brimob Polri untuk diminta keterangan karena gelagat dan tingkah lakunya sangat mencurigakan," ungkap Setyo.
      Saat diamankan, sempat dilakukan penggeladahan terhadap Tendi di badan dan tas yang ia bawa. Namun, aparat tidak menemukan barang mencurigakan dari Tendi. Akhirnya, Tendi dibawa ke kantor Korps Brimob Polri menggunakan sepeda motor. 
      Setibanya di kantor, saat akan masuk ke suatu ruanan Tendi tiba-tiba mengeluarkan sebuah pisau yang disimpan di bawah alat kemaluannya kemudian menikam Bripka Marhum.
      "Pada saat berjalan ke ruangan, Bripka Marhum di depan, kemudian TS, Briptu Gustri dan Briptu Muin. TS tersebut mengejar Marhum dan menikam pada bagian perut. Setelah itu TS berbalik mengejar Briptu Gustri dengan pisau," kata Setyo.
      Namun, Briptu Gustri berhasil menghindar dan melaukan penembakan terhadap Tendi. Atas peristiwa itu, Tendi jatuh tersungkur dan meninggal dunia di tempat.
      Sementara itu, Bripka Marhum dibawa ke RUmah Sakit Bhayangkara Brimob. "Namun setelah beberapa saat menjalani perawatan, kemudian ia (Bripka MArhum) juga gugur," kata Setyo.
      Dalam peristiwa itu, Polri mengamankan satu buah pisau, dua saksi yaitu Briptu Gustri dan Briptu Rahmat, korban meninggalBripka Marhum dengan luka tikam di perut dan Tendi yang telah meninggal dunia di tempat. "Hingga saat ini kepolisian melakukan penyelidikan kejadian tersebut untuk mengetahui latar belakang siapa TS tersebut ," katanya.
     Terpisah, pisau yang digunakan pelaku Tendi Sumarsono untuk menikam Bripka Marhum Prencje ternyata beracun. Hal itulah yang menyebabkan angota dari satuan intel Korps Brimob Polri tersebut langsung meninggal. 
      Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerangkan, sebenarnya Bripka Marhum hanya disabet bukan ditusuk Tendi Sumarno seperti yang diberitakan sebelumnya. "Sebetulnya ya menyabet. Beda. Menusuk itu tajam ke dalam, ini menyamping," ujar Tito usai mendatangi rumah duka Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Jumat (11/5). 
Luka yang diterima itu pun tidak terlalu besar. Sayangnya, pisau yang digunakan untuk menyabet Marhum beracun. "Ini luka yang sangat kecil kemungkinannya besar ini beracun, ini sedang diperiksa Puslabfor," kata Tito. 
      Bripka Marhum juga tak sempat tertolong karena pengaruh racun tersebut. "Anggota langsung dibawa ke rumah sakit untuk pengobatan tapi setelah sampai di rumah sakit yng bersangkutan dinyatakan meninggal," tutur Tito.
      Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memberikan penghormatan terakhir kepada Bripka Marhum Prencje. Penghormatan diberikan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Jumat (11/5). "Tadi pak Kapolri melayat almarhum Bripka Marhum Prencje di Mako Brimob," ujar KAropenmas Divhumas Polri Brigjen Muhammad Iqbal.
      Mantan Kapolrestabes Surabaya itu mengatakan, Bripka MArhumakan mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Aipda Luar Biasa Anumerta Marhum Prencje. "Iya diberikan kenaikan pangkat luar biasa," tambahnya.
2. REWRITE DARI KORAN REPUBLIKA " Trump dan Kim Sepakat Bertemu 12 Juni"



Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pertemuannya dengan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jon-un. pengumuman disampaikan melalu akun Twitter Trump
"pertemuan yang sangata diantisipasi antara Kim Jong-un dan saya akan berlangsung pada 12 Juni. Kami berdua kaan mencoba menjadikannya momen yang sangat istimewa untuk Perdamaian Dunia!" kicau Trump di Twitternya.
Dilansir The Guardian, Jumat (11/5), Trump membuat pengumuman tersebut setelah pesawat Pemerintah  AS mendarat di Washington Pesawat itu membawa orang Amerika yang yang telah dibebaskan oleh pihak Korut menjelang KTT Kim dan Trump.
Trump meenghadapi tugas yang sulit untuk membujuk Kim meninggalkan senjata nuklit dan uji coba rudal balistik yang menigkakan ketegangan AS - Korut sepanjang 2017. Kedua presiden itu saling melontarkan kata - kata kasar atas upaya Korut membangun senjata nuklir yang bisa mencapai AS. Namun, ketegangan tersebut mereda, setelah Korut mulai berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin di Korea Selatan (korsel) pada Februari 2018.
Trump mengatakan bahwa dia percaya Kim yang telah memimpin Korut selama tujuh tahun akan membawa negaranya ke "dunia nyata"
"saya pikir kami memiliki peluang sangat bagus untuk melakukan sesuatu yang sangat berarti. prestasi saya yang paling membanggakan adalah ketika kami mendenuklirisasi seluruh semenanjung itu," kata Trump.
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo sudah dua kalo mengunjungi Pyongyang, kunjungan pertama sebagai kepala CIA. Namun, ia belum meyampaikan pernyataan bahwa korut bersedia mengentikan senjata nuklirnya.
Trump memulai pertemuan dengan Kim setelah mengejutkan dunia dengan mengumumkan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait sikap AS terhadap nuklir Korut.
Senator Demokrat Chuck Schumer memperingatkan Trump terkait pertemuannya dengan Kim di Singapura. Menurut dia, Trump harus menuntut komitmen perlucutan senjata yang kuat dan dapat diverifikasi dari korut.
"Saya khawatir presiden ini, dengan keinginannya untuk membuat kesepakatan dan mendapatkan pujian, akan melakukan kebijakan yang buruk dan tidak bertahan lama. Bukan kebijakan yang kuat dan abadi," kata Schumer.
Singapura Merupakan sekutu AS yang kuat. Angkatan Laut AS sering berlabuh di pelabuhannya. Para pejabat AS telah mencari beberapp kemungkinana tempat lain selain Singapura untuk pertemuan bersejarah tersebut. Pilihan Trump sendiri adalah zona demiliterisasi antara keduanya. Namun, para pembantunya berpendapat itu akan terlihat seperti Trump mengunjungi Kim.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar